Selamat datang di SIMAK BMN TOPDAM IX/UDAYANA, silahkan mengisi BUKU TAMU, semoga blog yang sederhana ini bermanfaat, terima kasih atas kunjungan ANDA
Widget edited by super-bee

Satgas Yonif Raider 641 Kibarkan Merah Putih di Delomil Perbatasan Belu-Timor Leste

Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang bersama ratusan warga perbatasan melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 71 di Bukit Hatu Rai desa Delomil, kecamatan Lamaknen, kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan antara negara Indonesia dan Timor Leste.


Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol (Inf) Wisnu Herlambang bertindak selaku inspektur upacara dalam amanatnya menyampaikan rasa bangga karena begitu besar rasa cinta tanah dan jiwa nasionalisme dalam diri warga di daerah perbatasan, sehingga hari ini kita bisa laksanakan upacara peringatan hari kemerdekaan RI yang ke 71. Dikatakan, dirinya sungguh terharu dengan kegiatan tersebut karena semua masyarakat perbatasan sangat antusias sekali dalam kegiatan upacara bendera memperingati  hari proklamasi kemerdekaan di Bukit Hatu Rai yang di kenal sangat sakral.

"Jasa para pahlawan dalam memperjuangkan dan merebut kemerdekaan negara kita sangat  besar. Oleh karena itu mari kita semua bersama-sama melanjutkan perjuangan para pendahulu," pesan Dandim.  Momentum peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 71 ini harus dijadikan pemicu semangat dalam bekerja bagi seluruh komponen bangsa baik TNI, Polri, Pemerintah dan  Masyarakat, agar bendera merah putih tetap berkibar di perbatasan Belu yang merupakan beranda terdepan NKRI.

"NKRI harga mati, Dandim ajak kita semua untuk mengabdi menjaga kedaulatan dan keutuhan negara Indonesia di perbatasan Belu dan Timor Leste ini sehingga merah putih tetap berkibar," tandas Dandim. Upacara selesai dilanjutkan dengan penandatanganan cagar budaya yaitu, Prasasti sumpah darah antara dua kerajaan Timor Leste dengan Indonesia, tidak ada lagi perpecahan antara kerajaan Timor Leste dengan kerajaan Indonesia melainkan untuk perdamaian.

Hadir dalam upacara tersebut, tokoh adat, tokoh masyarakat, camat Lamaknen, kades Delomil, Forum Pemuda Pelopor Pembangunan Perbatasan, Para Legiun Veteran kecamatan Lamaknen, Polsek Lamaknen dan warga setempat kurang lebih 500 orang. 


Sumber : Penrem 161/WS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

IKUTI BLOG INI

investama